Bandung, 19–23 Mei 2026 – Lembaga Sertifikasi Profesi Teknologi Rekayasa Industri Manufaktur (LSP TRIM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang sertifikasi profesi melalui penyelenggaraan Pelatihan dan Sertifikasi Asesor Kompetensi BNSP. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, 19–23 Mei 2026, ini diselenggarakan di Tempat Uji Kompetensi (TUK) Mandiri SMKN 2 Bandung dan diikuti oleh 24 peserta dari berbagai latar belakang pendidikan dan industri yang dipersiapkan menjadi asesor kompetensi profesional.
Pelatihan dan sertifikasi ini merupakan salah satu program strategis LSP TRIM dalam memperkuat ekosistem sertifikasi kompetensi di Indonesia, khususnya di bidang teknologi, rekayasa, dan industri manufaktur. Seiring meningkatnya kebutuhan tenaga kerja yang tersertifikasi, keberadaan asesor kompetensi yang memiliki lisensi dan kompetensi sesuai standar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas proses asesmen serta menjamin kredibilitas hasil sertifikasi kompetensi. Selama pelaksanaan kegiatan, para peserta memperoleh pembelajaran intensif mengenai konsep sistem sertifikasi kompetensi, prinsip asesmen berbasis kompetensi, teknik pengumpulan bukti, penyusunan perangkat asesmen, hingga praktik pelaksanaan asesmen sesuai pedoman BNSP. Selain mendapatkan materi di dalam kelas, peserta juga mengikuti berbagai simulasi dan praktik asesmen yang dirancang untuk membangun kemampuan sebagai asesor kompetensi yang profesional, objektif, independen, dan berintegritas.
Pelatihan ini menghadirkan Master Asesor BNSP yang memiliki pengalaman luas dalam pengembangan sistem sertifikasi kompetensi nasional. Bertindak sebagai Lead Master Asesor adalah Bambang Nurcahyono, didampingi oleh Rizal Sani sebagai Master Asesor. Keduanya memberikan pembekalan, pendampingan, serta berbagi pengalaman praktis kepada seluruh peserta mengenai implementasi asesmen kompetensi yang sesuai dengan standar nasional. Kehadiran para Master Asesor memberikan nilai tambah bagi peserta karena tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga wawasan praktis berdasarkan pengalaman di lapangan. Sementara itu, proses uji kompetensi dilaksanakan oleh Master Asesor Penguji Untung Witjaksono dan Sisjono yang melakukan asesmen secara profesional terhadap seluruh peserta. Setiap peserta dinilai berdasarkan prinsip valid, reliabel, adil, dan objektif sesuai ketentuan BNSP. Proses asesmen dilakukan melalui berbagai metode, mulai dari observasi, wawancara, verifikasi portofolio, hingga demonstrasi kompetensi untuk memastikan bahwa setiap peserta benar-benar memenuhi standar kompetensi sebagai asesor.
Hasil yang membanggakan berhasil diraih pada akhir kegiatan. Seluruh peserta yang berjumlah 24 orang dinyatakan "Kompeten", sehingga berhak melanjutkan proses penerbitan sertifikat dan lisensi sebagai Asesor Kompetensi BNSP. Capaian ini menunjukkan tingginya kualitas pelaksanaan pelatihan, kesiapan peserta, serta efektivitas proses pembelajaran dan pendampingan yang diberikan selama lima hari kegiatan berlangsung. Bagi LSP TRIM, keberhasilan penyelenggaraan Pelatihan dan Sertifikasi Asesor Kompetensi ini menjadi tonggak penting dalam mendukung pengembangan ekosistem sertifikasi profesi di Indonesia. Semakin banyak asesor kompetensi yang kompeten, semakin besar pula kapasitas pelaksanaan sertifikasi kompetensi BNSP, khususnya pada skema sertifikasi bidang teknik, teknologi rekayasa, dan industri manufaktur yang menjadi fokus pengembangan LSP TRIM. Kehadiran asesor yang profesional juga akan memberikan jaminan mutu terhadap setiap proses asesmen sehingga hasil sertifikasi benar-benar mencerminkan kompetensi peserta.
Ke depan, LSP TRIM berkomitmen untuk terus menyelenggarakan berbagai program pengembangan SDM, mulai dari pelatihan asesor kompetensi, pengembangan Tempat Uji Kompetensi (TUK), hingga penyelenggaraan sertifikasi kompetensi BNSP di berbagai bidang teknik dan industri. Melalui kolaborasi dengan dunia pendidikan, dunia usaha, dunia industri, serta pemerintah, LSP TRIM optimistis dapat menjadi salah satu Lembaga Sertifikasi Profesi bidang teknik yang berkontribusi dalam mencetak tenaga kerja Indonesia yang kompeten, profesional, dan memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional.